Pengertian dan Contoh Metode LIFO serta Perhitungan HPPnya

Masih di akuntansi dan pajak, Sebelumnya kita telah membahas mengenai pengertian, contoh dan perhitungan HPP dengan metode FIFO. Sekarang kita akan membahas mengenai pengertian dan contoh penilaian persediaan dengan metode LIFO serta perhitungan HPPnya.

Metode Penilaian Persedian Barang Dagangan

Pengertian Penilaian Persediaan dengan Metode LIFO

LIFO kepanjangan dari Last In First Out, dalam bahasa Indonesia berarti yang terakhir masuk pertama keluar. Menurut Wikipedia Indonesia ini berarti bahwa persediaan yang terakhir masuk karena dibeli berarti dianggap sebagai barang pertama yang dijual dan dijadikan sebagai dasar perhitungan harga pokok penjualannya. Untuk lebih jelasnya bisa kita pelajari contoh dibawah ini yang terdiri dari periodik LIFO dan perpetual LIFO.

Contoh Metode LIFO untuk pencatatan persediaan secara periodik (Periodik LIFO)

Masuk Keluar
Tgl  Keterangan Kuantitas Harga Kuantitas Saldo
01/01/2013 Persediaan awal 500 3.000 500
05/01/2013 Pembelian 300 3.100 800
10/01/2013 Penjualan 400 400
12/01/2013 Pembelian 400 3.200 800
14/01/2013 Pembelian 350 3.100 1.150
20/01/2013 Pembelian 1.000 2.900 2.150
21/01/2013 Penjualan 2.000 150
25/01/2013 Pembelian 500 3.000 650
30/01/2013 Penjualan 200 450
31/01/2013 Pembelian 250 3.300 700
31/01/2013 Penjualan 350 350

Untuk mendapatkan nilai persediaan pada akhir Januari 2013 dengan metode periodik LIFO maka dapat dihitung dengan cara sebagai berikut:

  • Jumlah saldo barang dagangan yang tersisa pada tanggal 31 Jan 2013 = 350
  • Maka dengan metode periodik LIFO jumlah saldo akhir barang dagangan adalah:
    350 @ 3.000 = 1.050.000
  • Jadi saldo Akhir dari barang dagangan tersebut pada bulan Januari 2013 adalah = 1.050.000.

Untuk mendapatkan nilai harga pokok penjualannya, silahkan dipelajari perhitungan hpp persediaan berikut:

Persediaan awal    1.500.000
Pembelian bersih    8.520.000
Barang tersedia dijual    10.020.000
Harga Pokok Penjualan     (8.970.000)
Persediaan Akhir      1.050.000

HPP dapat dihitung dengan cara = Persediaan awal + Pembelian – Persediaan akhir. Sehingga dapat diterapkan HPP = 1.500.000 + 8.520.000 – 1.050.000 = 8.970.000.

Jurnal umum untuk persediaan dengan metode periodik FIFO adalah sebagai berikut, biasanya dijurnal sebagai ayat jurnal penyesuaian (AJP) pada akhir periode akuntansi.

Tanggal Jurnal D K
31/1/2013 Ikhtisar R/L (500×1.300) 1.500.000 -
Persediaan Barang Dagangan (500×1.300) - 1.500.000
31/1/2013 Persediaan Barang Dagangan 1.050.000 -
Ikhtisar R/L - 1.050.000
(Jurnal mencatat persediaan akhir)

Atau juga bisa dibebankan langsung ke Harga Pokok Penjualan sebesar nilai harga pokoknya yaitu 8.970.000, maka jurnalnya:

Tanggal Jurnal D K
31/1/2013 Harga Pokok Pnejualan 8.970.000 -
Persediaan Barang Dagangan - 8.970.000
(Jurnal mencatat HPP)

Selanjutnya kita coba dengan pencatatan persediaan secara perpetual.

Contoh Metode FIFO untuk pencatatan persediaan secara Perpetual (Perpetual FIFO)

Karena perhitungan persediaan perpetual harus diupadete setiap hari, maka perhatikan dan pelajari tabel dibawah ini.

    Masuk Keluar Saldo
Tgl Keteranggan Kuantitas Harga Rp Kuantitas Harga Rp Kuantitas Rp
01/01/2013 Persediaan awal 500 3.000 1.500.000                   500   1.500.000
01/05/2013 Pembelian 300 3.100 930.000       800 2.430.000
01/10/2013 Penjualan 400 pcs     300 3.100 930.000 500 1.500.000
01/10/2013 Penjualan 400 pcs     100 3.000 300.000 400 1.200.000
01/12/2013 Pembelian 400 3.200 1.280.000       800 2.480.000
14/01/2013 Pembelian 350 3.100 1.085.000       1.150 3.565.000
20/01/2013 Pembelian 1.000 2.900 2.900.000       2.150 6.465.000
21/01/2013 Penjualan 2000 pcs     1.000 2.900 2.900.000 1.150 3.565.000
21/01/2013 Penjualan 2000 pcs     350 3.100 1.085.000 800 2.480.000
21/01/2013 Penjualan 2000 pcs     400 3.200 1.280.000 400 1.200.000
21/01/2013 Penjualan 2000 pcs     250 3.000 750.000 150 450.000
25/01/2013 Pembelian 500 3.000 1.500.000       650 1.950.000
30/01/2013 Penjualan 200 pcs     200 3.000 600.000 450 1.350.000
31/01/2013 Pembelian 250 3.300 825.000       700 2.175.000
31/01/2013 Penjualan 350 pcs     250 3.300 825.000 450 1.350.000
31/01/2013 Penjualan 350 pcs     100 3.000 300.000 350 1.050.000
                   
    3.300   10.020.000 2.950   8.970.000 350 1.050.000

Karena menggunakan metode LIFO dengan sistem pencatatan persediaan perpetual maka setiap terjadi penjualan, selain membuat jurnal penjualan harus juga dibuat jurnal HPP nya. Monggo dipelajari jurnal di bawah ini.

Dimisalkan harga penjualan per pcs nya adalah Rp 5.000, dan semua penjualan masuk ke piutang dagang.

Tanggal Jurnal D K
10/1/2013 Piutang Dagang (400×5.000) 2.000.000 -
Penjualan - 2.000.000
(Jurnal mencatat Penjualan)
10/1/2013 Harga Pokok Penjualan 1.230.000 -
Persediaan Barang Dagangan - 1.230.000
(Jurnal mencatat Hpp)
21/1/2013 Piutang Dagang (2.000×5.000) 10.000.000 -
Penjualan - 10.000.000
(Jurnal mencatat Penjualan)
21/1/2013 Harga Pokok Penjualan 6.015.000 -
Persediaan Barang Dagangan - 6.015.000
(Jurnal mencatat Hpp)
30/1/2013 Piutang Dagang (200×5.000) 1.000.000 -
Penjualan - 1.000.000
(Jurnal mencatat Penjualan)
30/1/2013 Harga Pokok Penjualan 600.000 -
Persediaan Barang Dagangan - 600.000
(Jurnal mencatat Hpp)
31/1/2013 Piutang Dagang (350×5.000) 1.750.000 -
Penjualan - 1.750.000
(Jurnal mencatat Penjualan)
31/1/2013 Harga Pokok Penjualan 1.125.000 -
Persediaan Barang Dagangan - 1.125.000
(Jurnal mencatat Hpp)

Yang perlu diperhatikan pada saat melakukan penilaian persediaan dengan metode LIFO yaitu tidak ada perbedaan hasil saldo akhir persediaan barang dagangan, baik dengan metode pencatatan periodik maupun dengan metode pencatatan perpetual. Dua-duanya menghasilkan saldo persediaan akhir yang sama yaitu sebesar Rp 1.050.000.

Selain itu, kita harus konsisten dengan metode yang kita pilih. Jika telah menggunakan metode LIFO maka harus digunakan metode LIFO seterusnya jangan berubah-ubah. Dari LIFO ke Average, abis Average ke FIFO lalu ke LIFO lagi.

Mungkin hanya ini yang bisa saya sampaikan mengenai pengertiaan dan contoh metode LIFO serta Perhitungan HPPnya, semoga posting kali ini bermanfaat bagi para pembaca. Pada posting selanjutnya kita akan mempelajari pengertian dan contoh metode Average serta perhitungan HPPnya, monggo diklik dimari.

Referensi:
1. Wikipedia Indonesia, akuntansi FIFO dan LIFO

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *